Pages

Senin, 27 Januari 2014

PERILAKU TERPUJI

 A.     Tawaduk
1.     Pengertian Tawaduk
Secara harfiah, tawaduk berarti merendahkan diri, yaitu suatu sikap rendah hati dan tidak berlaku sombong terhadap orang lain terutama terhadap kedua orang tua.
2.     Ciri – ciri orang yang tawaduk
a.         Bersikap sederhana
b.        Merendahkan hati
c.         Bicara dengan sopan / lemah lembut
d.        Tidak sombong
3.     Cara menumbuhkan sikap tawaduk
a.         Menyadari asal kejadian manusia
b.        Selau bersyukur atas segala nikmat Allah
c.         Menyadari bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lainnya
Bagi manusia yang senantiasa bersikap tawaduk akan mendapat balasa dari Allah swt., yaitu berupa surga dan akan kekal didalamnya.

   B.     Taat
1.     Pengertian taat
Secara bahasa, taat berasal dari lafal Ta’a atau Ata’a yang artinya patuh. Sedangkan secara istilah, taat merupakan suatu perilaku atau perbuatan yang patuh dan taat terhadap segala peraturan yang ada. Ketaatan yang utama bagi orang mukmin adalah ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
2.     Cara menaati Allah dan Rasul-Nya :
a.       Meyakini bahwa perintah Allah dan rsaul-Nya adalah wajib untuk ditaati
b.      Melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalakan segala larangan-Nya
c.       Mematuhi hukum – hukum yang telah ditetapkan
d.      Mencontoh perilaku Rasulullah saw (Sunnah Rasul)


   C.      Qanaah
1.     Pengertian qanaah
Secara bahasa qanaah artinya merasa cukup atau rela. Sedangkan menurut istilah, qanaah adalah perasaan seseorang bahwa ia telah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Dengan kata lain, qanaah berarti mnerima apa yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadanya atau berpikir positif terhadap pemberia Allah kepadanya. Dan juga kita harus tetap berikhtiar dan bertawakal kepada Allah, karena Allah memberikan anugerah itu berdasarkan ukurannya.
2.     Ciri – ciri sikap qanaah
a.       Menerima dengan rela apa yang ada pada dirinya
b.      Berusaha dan memohon kepad Allah tamabahan rezeki.
c.       Menerima dengan sabar segala ketentuan Allah
d.      Tidak tertarik oleh kemewahan dunia yang dapat menyesatkan
e.       Bertawakkal kepada Allah
3.     Fungsi sikap qanaah
a.       Mendorong seorang muslim berjiwa besar
b.      Mendorong seorang muslim menjauhkan diri dari sifat serakah
   D.     Sabar
1.     Pengertian sabar
Sabar bisa diartikan tahan uji, tahn menderita, tabah, tekun dan tidak mudah putus asa serta maksimal dalam berusaha. Sabar tidak sama dengan pasrah. Perbedaannya terletak pada usahanya. Pasrah adalah sikap menyerah terhadap keadaan tanpa melakukan usaha.
2.     Macam – macam sabar
a.       Sabar dalam berbuat
b.      Sabar dalam menghadapi cobaan
c.       Sabar dalam menahan amarah
3.     Ciri – ciri orang sabar
a.       Tahan menunggu waktu, apabila belum saatnya
b.      Tahan menerima cobaan, baik itu musibah maupun kekayaan
c.       Berusaha untuk selalu menghilangkan hal-hal yang tidak menyenangkan, selalu kita berserah diri (tawakkal) kepada Allah.
d.      Tidak mudah putus asa dan tidak suka mengeluh.
4.     Manfaat sikap sabar
a.       Dapat menjadikan orang bersifat teliti, tahan, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu, serta tidak cepat putus asa meski banyak halangan dan rintangan
b.      Menjadikan seseorang mempunyai keyakinan yang kuat.  Karena itulah orang yang sabar pasti percaya bahwa apa yang diinginkan akan tercapai

SIFAT WAJIB DAN MUSTAHIL ALLAH


   Sifat Wajib
Tulisan Arab
Maksud
Sifat
Sifat Mustahil
Tulisan Arab
Maksud
Wujud
ﻭﺟﻮﺩ
Ada
Nafsiah
Adam
ﻋﺪﻡ
Tiada
Qidam
ﻗﺪﻡ
Terdahulu
Salbiah
Huduts
ﺣﺪﻭﺙ
Baru
Baqa
ﺑﻘﺎﺀ
Kekal
Salbiah
Fana
ﻓﻨﺎﺀ
Berubah-ubah (akan binasa)
Mukhalafatuhu lilhawadis
ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Berbeda dengan makhluk-Nya
Salbiah
Mumathalatuhu lilhawadith
ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Menyerupai makhluk nya
Qiyamuhu binafsih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ
Berdiri sendiri
Salbiah
Qiamuhu bighairih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ
Berdiri-Nya dengan yang lain
Wahdaniyat
ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ
Esa (satu)
Salbiah
Ta'addud
ﺗﻌﺪﺩ
Lebih dari satu
Qudrat
ﻗﺪﺭﺓ
Kuasa
Ma'ani
Ajzun
ﻋﺟﺰ
Lemah
Iradat
ﺇﺭﺍﺩﺓ
Berkehendak
Ma'ani
Karahah
ﻛﺮﺍﻫﻪ
Terpaksa
Ilmu
ﻋﻠﻢ
Mengetahui
Ma'ani
Jahlun
ﺟﻬﻞ
Bodoh
Hayat
ﺣﻴﺎﺓ
Hidup
Ma'ani
Al-Maut

Mati

PENGERTIAN SHALAT

A.Pengertian Shalat

Secara bahasa, salat artinya do’a. Sedangkan menurut istilah, salat berarti suatu ibadah berupa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam sesuai dengan syarat dan rukun tertentu.

B. Ketentuan Shalat Fardhu

1.   Rukun Sholat
a.      Niat
b.      Berdiri (bagi yang mampu)
c.       Takbiratul Ihram
d.      Membaca surah Al-Fatihah
e.      Rukuk disertai tumakninah
f.        Iktidal disertai tumakninah
g.      Sujud 2kali disertai tumakninah
h.      Duduk diantara 2 sujud disertai tumakninah
i.        Duduk tasyahud
j.        Membaca tahiyat / tasyahud akhir
k.      Membaca sholawat nabi
l.        Mengucapkan salam
m.   Tertib

2.   Syarat wajib shalat
a.      Isalam
b.      Suci dari haid atau nifas (khusus wanita)
c.       Berakal sehat
d.      Baliq atau dewasa
e.      Tidak tertidur

3.   Syarat sah shalat
a.      Susi dari hadas kecil dan besar
b.      Badan,pakaian, dan tempat harus suci dari najis
c.       Menutup aurat
d.      Menghadap kibalat
e.      Mengetahui waktunya shalay


4.   Sunah – sunah shalat
a.      Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram
b.      Melihat ke arah tempat sujud
c.       Membaca do’a iftitah
d.      Membaca taawudz sebelum membaca surat al-fatihah
e.      Membacah surat pendek atau Al-Qur’an setelah membaca surat al-fatihah (pada rakaat pertama dan kedua)

5.   Hal – hal yang membatalkan shalat
a.      Meninggalkan salah satu rukun shalat
b.      Meninggalakan salah satu syarat shalat, seperti berhadas atau terkena najis
c.       Makan dan minum dengan sengaja
d.      Segala sesuatu yang keluar dari lubang depan dan belakang

SHALAT JAMAAH & SHALAT MUNFARID

A. Ketentuan Shalat Jamaah  

    1.  Pengertian Shalat Jama’ah .
Shalat jama’ah adalah  ibadah shalat yang dilaksanakan secara bersama-sama, terdiri dari dua orang atau lebih, salah satunya menjadi imam dan yang lain menjadi makmum dengan  memenuhi syarat  dan  rukun shalat semata-mata mencari ridha Allah SWT. Shalat  jama’ah hukumnya sunah mu’akkad (menurut sebagian ulama). Jumlah orang yang shalat berjama’ah sekurang-kurangnya  dua orang, dengan salah seorang menjadi imam dan yang lainnya menjadi makmum. 
Shalat  jama'ah sngat dianjurkan karena disamping hikmahnya sangat besar, shalat jama'ah  juga lebih utama  dua puluh tujuh derajat dibandingkan shalat munfarid (sendiri ). Rasulullah SAW. menegaskan dalam sabdanya yang artinya : Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda : Shalat Jama'ah lebih utama  dibandingkan shalat sendirian sebanyak  27 derajat  (H.R.Muslim)


2.  Syarat Shalat Jama’ah

Shalat berjama'ah  sekurang-kurangnya terdiri dari satu imam dan satu makmum. Imam adalah  seorang  muslim yang memimpin shalat jama'ah, sedangkan makmum adalah  orang yang mengikuti imam. Sebagaimana layaknya seorang pemimpin selalu memiliki beberapa persyaratan, maka  demikian pula dengan imam harus memiliki kriteria tertentu .
      
 Syarat menjadi Imam :
1)     Imam berniat  menjadi imam.
2)    Umumnya imam laki-laki, dengan makmum terdiri dari laki-laki dan perempuan . Sedangkan imam perempuan  hanya boleh menjadi imam dari makmum yang terdiri dari perempuan  juga.
3)    Memiliki kemampuan membaca Alquran lebih baik dari makmum.
4)     Imam  mengetahui  ketentuan-ketentuan shalat, seperti syarat, rukun dan hal-hal yang membatalkan shalat.
5)    Imam tidak sedang mengikuti imam yang lain (sedang menjdi makmum).
6)    Imam berdiri paling depan.
7)    Jika jama'ah ada yang tua maka imam tidak boleh membaca ayat yang panjang karena dapat menyusahkan jama'ah.
8)     Imam sebisanya tidak dibenci jama’ah.
9)    Sebelum shalat imam memperhatikan saf jama'ah dan menyuruh untuk meluruskan dan merapatkan shaf.

Syarat  menjadi Makmum :
1)    Berniat menjadi makmum .
2)    Mengikuti imam dalam setiap gerakan.
3)     Berada satu tempat dengan imam.
4)    Mengetahui gerakan imam baik secara langsung maupun dengan melihat  gerakan makmum  lain yang  berada di saf depan.
5)    Mendengar suara imam  baik secara langsung maupun dengan mendengar melalui pengeras suara.
6)    Makmum berada di belakang imam.
7)    Shalat makmum harus sama  dengan imam.
8)     Jika diketahui imam telah batal maka makmum tidak boleh mengikuti shalat imam, atau imam digantikan dengan makmum yang berada di sebelah kanan imam, jadi makmum yang berada di sebelah kanan imam  kemampuannya harus sama atau dibawah imam.
9)     Jika imam salah membaca  ayat, maka makmum laki-laki membaca subhanallah dan memperbaiki bacaan imam, sedangkan bagi makmum wanita  cara memperingatkan imam dengan memberikan tepukan.
10)     Makmum tidak boleh mendahului takbir imam, demikian juga makmum tidak boleh mendahului atau melambatkan gerakan lebih dari dua gerakan shalat imam .  Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda yang artinya : Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang mengangkat kepalanya di dalam shalat sebelum imam (mengangkat kepalanya dari ruku' ) maka Allah SWT akan merubah bentuknya seperti bentuk keledai. (H.R. Muslim)

Hadis ini mengisyaratkan betapa pentingnya sebuah keteraturan jama'ah. Bentuk keledai menjadi isyarat  betapa tercelanya orang yang tidak mengikuti imamnya, karena seekor keledai adalah seekor binatang yang terkenal kebodohannya. Seekor keledai tidak memiliki loyalitas sebagaimana anjing yang biasanya setia pada majikannya. Seekor keledai juga terkenal dengan sifat pemalas dan sangat buruk suaranya. Dengan demikian sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk mengambil hikmah dari segala sesuatu,  meskipun hanya berupa seekor keledai. 

3. Jenis Makmum

Dilihat dari  ketepatan makmum mengikuti  imam, makmum dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Makmum  muwafiq, yaitu makmum yang dapat mengikuti imam dari awal shalat .
            b. Makmum  masbuq, yaitu  makmum yang  kehadirannya dalam berjama'ah terlambat mengikuti imam, sementara imam sudah melakukan rukun shalat .
Makmum yang masbuq dapat tetap mengikuti imam dengan cara sebagai berikut :
Jika makmum hadir ketika imam belum ruku’ maka setelah niat shalat sebagai makmum, ia langsung takbir dan membaca Surah Al-Fatihah,  kemudian mengikuti imam sebagaimana biasa. Namun jika imam ruku’ sebelum makmum membaca Surah Al-Fatihah, maka setelah takbir makmum langsung ruku’ bersama imam  (maka makmum mendapat satu raka'at bersama imam).
Namun jika imam telah sujud, maka makmum setelah takbir langsung mengikuti imam sujud , maka makmum belum mendapat satu raka'at, sehingga setelah imam memberi salam  di akhir shalat, makmum tidak boleh ikut salam, melainkan harus berdiri kembali dan menunaikan satu raka'at yang tertinggal, dan membaca tasyahud akhir kembali.

4. Beberapa jenis halangan untuk berjama'ah

Meskipun  anjuran untuk shalat berjama'ah sangat kuat, namun  ada kalanya kita tidak dapat melaksanakan shalat berjama'ah karena beberapa sebab sebagai berikut :
a. sakit
b. hujan yang memberatkan untuk pergi berjama'ah. Rasulullah saw. bersabda   yang artinya : Dari Ibnu Umar bahwasanya dia  memanggil untuk shalat pada malam dingin, angin (kencang) disertai hujan maka ia  (Ibnu Umar) berkata : Shalatlah di kendaraanmu, shalatlah di kendaraanmu. Kemudian ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW. menyuruh  mu’azzin (orang yang azan) apabila pada malam dingin disertai hujan berseru :  Shalatlah di kendaraan kamu ((H.R. Muslim )
c. angin yang bertiup kencang (badai) yang membahayakan  jika ditempuh.
d. kondisi lapar dan haus sedangkan makanan telah dihidangkan, atau sudah sangat ingin buang air yang dapat mengganggu konsentrasi shalat. Rasulullah saw. bersabda yang artinya : Janganlah shalat ketika makanan telah dihidangkan dan ketika sangat ingin  buang air . (H.R. Muslim )
e. baru saja memakan makanan yang berbau sehingga dapat mengganggu kekhusyukan shalat jama'ah lain. Rasullah bersabda yang artinya :  Bahwa Rasulullah SAW.  bersabda di Perang Khaibar,” Siapa yang makan dari pohon ini yaitu  bawang bakung, janganlah datang ke mesjidku.” (H.R. Muslim )

5. Ketentuan Shaf dalam berjama'ah
Islam adalah agama yang teratur, sehingga banyak hal diatur sedemikian rupa  dengan rapinya di dalam Islam. Demikian juga di dalam shalat berjama'ah, ada aturan tertentu yang berkaitan dengan Saf (barisan Jama'ah), sehingga imam diperintahkan untuk memperhatikan saf jama'ahnya agar  lurus dan rapat sebelum shalat berjama'ah dimulai. Aturan tersebut  adalah :
a. bagi laki-laki shaf yang paling depan lebih utama dibanding saf belakang, namun bagi wanita, saf yang paling belakang adalah yang paling utama. Rasulullah saw. bersabda yang artinya : Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. bersabda : Sebaik-baik Saf laki-laki adalah Saf yang paling depan dan seburuk-buruknya adalah Saf yang paling belakang. Dan sebaik-baik Saf wanita adalah Saf yang paling belakang dan seburuk-buruknya adalah Saf yang paling depan. (H.R. Muslim)

b. Jika dalam shalat jama'ah terdiri dari seorang imam dan seorang makmum, maka  posisi makmum berada di sebelah kanan imam dengan agak mundur dari  posisi imam.
c.  Jika ketika berjama'ah dengan seorang makmum, kemudian seorang makmum  lainnya hadir maka makmum tersebut langsung mengambil posisi  tepat dibelakang imam. Makmum yang berada di kanan  mundur dengan satu langkah -satu langkah  ke belakang hingga lurus safnya dengan makmum yang  di belakang imam . 
              Bisa juga makmum, yang belakangan hadir langsung mengisi  di sebelah kiri kemudian di sebelah kanan yang kosong di samping  imam.
d. Jika ada jama'ah wanita selain jama'ah laki-laki, maka wanita mengambil posisi  dibelakang saf laki-laki dengan memberi jarak agak jauh dari saf  laki-laki sehingga jika ada makmum laki-laki lagi yang hadir belakangan, dan saf pertama laki-laki sudah penuh maka makmum laki-laki tersebut  dapat mengisi saf  di belakang saf pertama laki-laki, di dpn saf wanita tersebut  .

B.    Shalat Munfarid

Shalat Munfarid  adalah shalat yang dilakukan sendirian, dengan memenuhi syarat dan rukun shalat  untuk mencari ridha Allah SWT.  Ketentuan shalat munfarid adalah  seperti shalat yang biasa dilakukan, yaitu sebagai berikut :
1.    Berniat untuk shalat.
2.    Berdiri
3.    Membaca takbiratul ihram
4.    Membaca doa iftitah 
5.    Membaca Surat Al-Fatihah dan ayat Alquran lainnya
6.    Ruku’  dengan tuma’ninah dan serta membaca doa ketika ruku
7.    I’tidal  dan  membaca doa I’tidal
8.    Sujud pertama dan membaca  doa sujud sebanyak 3 kali.
9.    Duduk diantara dua sujud  dan membaca doa duduk diantara dua sujud
10.    Sujud kedua dan membaca doa ketika sujud sebanyak 3 kali.
11.    Berdiri kembali sambil membaca Allahu Akbar untuk melakukan raka’at kedua.
12.    Duduk iftirasy dan membaca tasyahud awal
13.    Duduk akhir (tawarruk)dan membaca tasyahud akhir
14.    Mengucap salam dan melihat ke kanan.
15.    Memberi salam yang kedua dan melihat ke kiri


C. Mutiara Hikmah
Jama'ah memberi arti yang sangat penting bagi orang - orang yang mau mengambil pelajaran. Pelaksanaannya yang rapi dan teratur antara Imam dan makmum mencerminkan perilaku seorang pemimpin dengan bawahannya. Dalam shalat jama'ah, makmum harus mengikuti gerakan imam . Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang pemimpin hendaklah dipatuhi. Demikian juga dengan kemampuan seorang pemimpin harus lebih dibandingkan dengan bawahannya, karena tanggung jawab seorang pemimpin cukup berat. Namun demikian, jika imam salah atau lupa, tetap harus diberi peringatan.
Berkumpulnya jama'ah juga memupuk rasa persaudaraan diantara  umat islam, untuk saling mengetahui keadaan jama'ah satu sama lain, baik dalam keadaan sehat dan sejahtera, maupun dalam keadaan sakit  atau kesulitan, sehingga jama'ah lain dapat membantu mengatasi kesulitan saudaranya sesama muslim. 


D. Rangkuman
Shalat jama’ah adalah  ibadah shalat yang dilaksanakan secara bersama-sama, terdiri dari dua orang atau lebih, salah satunya menjadi imam dan yang lain menjadi makmum dengan  memenuhi syarat  dan  rukun shalat semata-mata mencari ridha Allah SWT.
Shalat munfarid adalah ibadah shalat yang dilakukan oleh seorang muslim secara sendirian tanpa berjama’ah.
Shalat jama’ah lebih utama  nilainya hingga  27 derajat dibandingkan shalat yang dikerjakan secara sendirian. Karenanya, shalat berjama’ah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dan sebaiknya dilakukan di masjid.

Senin, 20 Januari 2014

How To Make

HOW TO MAKE RUJAK BUAH

INGREDIENTS :
- 1 papaya, cut into 1/2 inch cubes
- 1 cucumber, peeled
- 1 mango, peeled cubed
- 1 Apple,
cut into 1/2 inch cubes
- 3 tablespoons peanuts, fry
- 1 hot chili pepper, seed, sliced
- 1/4 cup brown sugar
- 1 tablespoon tamarind, dissolved in 1/4 cup water

PROCEDURE :
1.
Mix all the fruits together
2.
Grind chilies and salt
3. Add brown sugar
4. Add dry roasted peanuts and
grind completely
5. Pour some tamarind liquid
6.
Mix the sauce and  fruits together
7. Serve chilled








HOW TO MAKE SANDWICH
MATERIALS :
- Two slice of bread

- Cheddar cheese
- Tomato sauce
- Mayonnaise 
- Tomatoes
- Lettuce leaves

 STEPS :
First, place a slice of bread on the plate.
Second, put the tomato sauce.
Third, add salad, slice tomatoes, cheddar cheese, mayonnaise, tomato sauce.
After that, add lettuce leaves
Then, put a slice of bread on the top
and Finally, serve it!

How To Use
How To Use Blender
Steps :                   
1.      Choose a flat, dry surface on which to operate your blender.

2.      Put the blender together. Place the blades in the retaining ring, then set the gasket over the blades and inside the ring.
3.      Screw the retaining ring firmly to the bottom of the pitcher. Be sure the retaining ring is seated correctly or you will have a leak.

4.      Set the pitcher onto the base and plug the blender in.

5.      Put the recipe ingredients in the pitcher. Put lid on firmly.

6.      Use the Ice or Chop setting to make milkshakes, smoothies or frozen drinks.

7.      Make baby food by adding a small amount of liquid to a cup of fruit or vegetables and blending it for 15 seconds on the Puree setting. Five seconds on this setting also will smooth out lumpy gravy.

8.      Take advantage of the Pulse setting to make bread crumbs, grate chocolate, chop vegetables and make cracker crumbs.

9.      Add food to the blender through the secondary lid while the blender is running.

10.  Clean the pitcher after each use. Put a little bit of dishwashing detergent in, add enough water to fill it halfway, put the lid on, and run the blender - with lid on - on a low speed for a few seconds.
How To Operate

HOW TO OPERATE A FAN

Plug the power cord into a wall outlet. (AC 120 Volts 60 HZ)
To make the fan move sideways, push the pin on top of the motor.
To move the fan up or down, first pull up the oscilla ting pin, then press the tilt adjustment knob.
To change the speed of the fan, press one of the switches at the bottom
How To Do
Tips for Healthy Living Modern life is very busy.

 Most of us are very busy every day. Many people rush off to schol r work without eating breakfast. This is a mistake. Breakfast is a very important meal. Eat a healthy breakfast every day. Also, it is better to have four or five small meals every day than one or two large meals. Exercise is also important to staying healthy. Again, it's something that people skip because of lack of time. You don't have to do a lot of exercise. Experts say that you only need to run or even walk three times every week. This is enough to keep you healthy. Another good thing about exercise is that it makes people feel good. 

  How To Get

Kegunaan kalimat imperative yaitu untuk :
1. Menunjukan Arah
    Contoh:

 (A): Excuse me. Is there a grocery store around here?
  (B): Yeah. There’s one right across the street.
  (A): Can you tell me how to get to Phoenix?
  (B): Sorry. I don’t live around here.
  (A): Where’s Tanner’s Leather Shop?
  (B): It’s on the corner of Holly and Vine. Next to the library.
  (A): How do you get to the bank?
  (B): Go straight down this street for two blocks. Turn left when you get to Maple Street. Stay on Maple for half a block. It’s on the left hand side.