Pages

Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Pengertian kalor

Kalor adalah suatu bentuk energy yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda itu berubah,suhu wujud bentuk. Kalor berasal dari kata calonc, ditemukan oleh ahli kimia prancis bernama Anntonie Laurent Lavoiser (1743-1794). Kalor memiliki satuan kalori (kal) dan kilokalori (kkal) . 1 kal sama dengan jumlah panas yang dibutuhkan untuk memanaskan 1 gram air,sehingga naik 10C . Kalor juga merpukan energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit.

Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang
dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor :  1. massa zat
2. jenis zat
3. perubahan suhu

Sehingga secara matematis dapat dirumuskan :
Q = m.c.(t2 – t1)

Dimana:
Q adalah kalor yang dibutuhkan (J)
M adalah massa benda (kg)
C adalah kalor jenis (J/kgC)
(t2-t1) adalah perubahan suhu (C)

Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis

1. Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu
Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)

Dalam pembahasan kalor ada dua konsep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu (H) dan kalor jenis (c) kapasitas kalor .Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius.
H = Q/(t2-t1)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah calorimeter
c = Q/m.(t2-t1)

Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru
H = m.c

Hubungan antara kalor dengan energi listrik
Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energy kalor dan juga sebaliknya energy kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energy kalor. 

Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energy kalor adalah ketel listrik, pemanas listrik, dll.

Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor
yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan.
W=Q

Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut :
W = P.t

Keterangan :
W adalah energi listrik (J)
P adalah daya listrik (W)
t adalah waktu yang diperlukan (s)

Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 – t1) maka diperoleh
persamaan ;
P.t = m.c.(t2 – t1)
Yang perlu diperhatikan adalah rumus Q disini dapat berubah-ubah sesuai dengan
soal.

Asas Black
Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal(suhu kedua benda sama). Secara matematis dapat dirumuskan :
Q lepas = Q terima

Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh :
Q lepas = Q terima
m1.c1.(t1 – ta) = m2.c2.(ta-t2)

Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 – ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan

Teori kalor dasar yaitu :
1. Kalor yang diterima sama dengan kalor yang dilepas
2. Kalor dapat terjadi akibat adanya suatu gesekan
3. kalor adalah sutu bentuk energy
4. kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energy disebut kalor mekanik

Perpindahan kalor dapat dilakukan dengan 3 cara :
1.Konduksi : Perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan
partikel-partikel zat. Perpindahan kalor secara konduksi bila dilihat secara
atomic merupakan pertukaran energy kinetic antar molekul ( atom).dimana
partikel yang energynya rendah dapat meningkat dengan menumbuk
partikel yang energynya lebih tinggi.

Perambatan kalor tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat
perantaranya, biasanya terjadi pada benda padat.
2. Konveksi : Perpindahan kalor yang diikuti perpindahan zatnya biasanya terjadi pada medium zat cair dan gas . perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor dengan cara gerakan partikel yang telah dipanaskan. Bila perpindahannya dikarenakan perbedaan kerapatan disebut konveksi alami dan apabila perpindahannyadikarenakan oleh dorongan, misalnya dengan memompa maka disebut konveksi paksa.

Besarnya konveksi tergantung pada:
– Luas permukaan benda bersinggungan dengan fluida
– Perbedaan suhu antara permukaan benda dengan fluida
- Koefisien konveksi Perambatan kalor yang disertai perpindahan bagian-bagian
zat.

Contoh konveksi adalah pada waktu kita merebus air. Bagian air yang ada dibawahnya , menerima kalor (panas) dari nyala api pemanas. Air yang terkena panas ini memuai dan massa jenisnya lebih besar. Bagian air ini mendapat panas pula, lalu naik seperti bagian air sebelumnya. Demikian seterusnya, air berpindah (mengalir) sambil membawa kalor.

Radiasi : Perpindahan kalor tanpa memerlukan medium (zat perantara) . pada proses radias energy termis menjadi energy radiasi. Energy ini termuat dalam gelombang elektromagnetik. Saat gelombang elektromagnetik tersebut berinteraksi dengan maateri , energy radiasi berubah menjadi energy termal

Kalor jenis (C) adalah banyaknya kalor yang di butuhkan untuk menaikkan 1 gram atau 1 zat sebesar 10C untuk mengukur kalor jenis adalah calorimeter. Kalor yang digunakan untuk menaikkan / menurunkan suhu tanpa mengubah wujud zat.

Kalor yang diserap/dilepaskan (Q) dalam proses perubahan wujud
benda:
Q =m.L

Jadi kalor yang diserap ( ↓ ) atau yang dilepas (↑) pada saat terjadi perubahan wujud benda tidak menyebabkan perubahan suhu benda (suhu benda konstan ).

Kalor sebagai transfer energy
Kalor berhubungan denga kerja dan energy. Untuk lebih lanjut mengenai hal ini maka dikerjakan lebih lanjut oleh ilmuan pada tahun 1880-an terutama oleh seorang pembuat minuman dari inggris james Prescott joule (1818-1889 ia melakukan sejumlah percobaan yang penting untuk menetapkan bahwa kalor seperti kerja, secara kuantitatif, kerja 4.186 joule ternyata ekuivalen dengan 1 kalori. Nilai ini dikenal sebagai tara kalor mekanik. Dari hasil percobaan maka, para ilmuan kemudian menginterprestasikan kalor bukan sebagai zat, dan dan bahkan bukan sebagai bentuk energy melainkan kalor merupakan transfer energy.

Perbedaan antara temperature , kalor dan energy dalam
Jumlah total dari semua energy pada semua molekul pada sebuah benda disebut energy termal atau energy dalam. Kalor bukan merupakan energy yang dimiliki oleh sebuah benda, melainkan mengacu kejumlah energy yang ditransfer dari suatu benda ke benda lainnya pada temperature berbeda.

Kalor laten adalah kalor yang digunakan untuk mengubah wujud. Kalor
yang diperlukan untuk merubah fasa dari bahan bermassan:
Q =M.L

Dengan :
Q = Kalor (joule atau kalori)
M = Massa zat (Kg atau gram)
L= Kalor Laten (J / Kg atau Kal / gram)
6.7 Energy dalam gas ideal

Energy dalam gas ideal merupakan jumlah energy kinetic seluruh
partikelnya.
Ek = energy kinetic rata-rata partikel gas ideal
U = energy dalam gas ideal = energy total gas ideal
V= kecepatan rata-rata gas ideal
m = massa satu molekul gas
p = massa jenis gas ideak
 
Jadi persamaan gas ideal dapat diambil kesimpulan :
Makin tinggi temperature gas ideal makin besar pula kecepatan
partikelnya
 
Tekanan merupakan ukuran energy kinetic persatuan volume yang dimiliki gas
Temperature merupakan ukuran rata-rata dari energy kinetic tiap partikel gas
Persamaan gas ideal (pv =m R T ) berdimensi usaha – energy. Energy dalam gas
ideal merupakan jumlah energy kinetic seluruh partikelnya.

Kunci Determinasi Sederhana

 a)      Kunci Determinasi Pada Hewan

1.         a. Hewan tidak bertulang belakang (2)
            b. Hewan bertulang belakang (3)
2.         a. Alat gerak berupa sirip (ikan)
            b. Alat gerak bukan berupa sirip (4)
3.         a. Tubuh uniseluler (5)
            b. Tubuh multiseluler (6)
4.         a. Menyusui anaknya  (kelinci)
            b. Tidak menyusui anaknya (7)
5.         a. Memiliki alat gerak (8)
            b. Tidak memiliki alat gerak (Sporozoa)
6.         a. Tubuh berbuku-buku (9)
            b. Tubuh tidak berbuku-buku (bekicot)
7.         a. Mengalami metamorfosis (kupu-kupu)
            b. Tidak mengalami metamorfosis (10)
8.         a. Alat gerak berupa bulu cambuk (Trypanosoma)
            b. Alat gerak berupa rambut getar (Paramecium)
9.         a. Tubuh terbagi menjadi 2 bagian dengan jelas (11)
            b. Tubuh terbagi menjadi 3 bagian dengan jelas (Insecta)
10.       a.Tubuh ditutupi bulu (burung)
            b.Tubuh tidak ditutupi bulu (cicak)
11.       a.Memiliki 4 pasang kaki (kalajengking)
            b.Memiliki 5 pasang kaki (udang)

Urutan Nomor Kunci Determinasi

1. Ikan                  : 1a, 2a
2. Kelinci              : 1a, 2b, 4a
3. Sporozoa                   : 1b, 3a, 5b
4. Bekicot             : 1b, 3b, 6b
5. Kupu-kupu      : 1a, 4b, 7a
6. Trypanosoma   : 1b, 3a, 5a, 8a
7. Paramecium     : 1b, 3a, 5a, 8b
8. Insecta              : 1b, 3b, 6a, 9b
9. Burung             : 1a, 2b, 4b, 7b, 10a
10.Cicak               : 1a, 2b, 4b, 7b, 10b
11.Kalajengking   : 1b, 3b, 6a, 9a, 11a
12.Udang             : 1b, 3b, 6a, 9a, 11b

Jumat, 14 Februari 2014

Unsur dan Lambang Unsur

A. Unsur dan Lambang Unsur
  
Apabila dikaji, semua zat terbentuk dari bagian-bagian yang paling sederhana yang disebut unsur. Air dapat diuraikan lagi menjadi gas hidrogen dan gas oksigen. Gula dapat diuraikan lagi menjadi karbon, oksigen, dan hidrogen. Dengan reaksi kimia biasa karbon, oksigen, dan hidrogen tidak dapat diuraikan lagi. Karbon, hidrogen, dan oksigen tergolong unsur. Unsur didefinisikan sebagai zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.
Pada kondisi normal, banyak di antara unsur ini berupa benda padat, seperti tembaga, emas, besi, dan timbal. Merkuri atau yang lebih dikenal dengan nama air raksa dan brom merupakan contoh unsur yang berwujud cair. Oksigen dan nitrogen adalah contoh unsur yang berupa gas.
Sebenarnya bumi yang kita pijak ini terdiri dari berbagai macam unsur. Berikut ini delapan jenis unsur yang membentuk hampir 99% bagian kerak bumi.
Tabel unsur-unsur yang membentuk kulit bumi.
Unsur
Persentase (%)
Aluminium
Besi
Kalium (potasium)
Kalsium
Magnesium
Natrium
Oksigen
Silikon
Unsur-unsur lainnya
8,1
5,0
2,6
3,6
2,1
2,9
46,6
27,7
1,4

Lautan terdiri atas air dan berbagai garam. Air tersusun atas unsur hidrogen dan oksigen. Udara hampir sepenuhnya merupakan campuran oksigen dan nitrogen ditambah dengan sejumlah kecil beberapa unsur lain. Tubuh manusia juga tersusun oleh berbagai unsur. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air (hidrogen dan oksigen).
Unsur-unsur yang sudah dikenal ada yang berupa logam, bukan logam (nonlogam), dan semilogam. Logam adalah unsur yang memiliki sifat mengkilap dan umumnya merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur-unsur logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal, kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam dapat ditempa sehingga dapat dibentuk menjadi bendabenda lainnya. Beberapa unsur logam di antaranya besi,
emas, perak, platina, dan tembaga. Contoh unsur-unsur logam ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel unsur-unsur logam.
Nama Indonesia
Nama Latin
Lambang Unsur
Bentuk Fisik
aluminium
barium
besi
emas
kalium
kalsium
kromium
magnesium
mangan
natrium
nikel
aluminium
barium
ferrum
aurum
kalium
calsium
chromium
magnesium
manganium
natrium
nickelium
Al
Ba
Fe
Au
K
Ca
Cr
Mg
Mn
Na
Ni
padat, putih keperakan
padat, putih keperakan
padat, putih keperakan
padat, berwarna kuning
padat, putih keperakan
padat, putih keperakan
padat, putih keperakan
padat, putih keperakan
padat, putih abu-abu
padat, putih keperakan
padat, putih keperakan

Adapun unsur nonlogam adalah unsur yang tidak memiliki sifat seperti logam. Pada umumnya, unsur-unsur nonlogam berwujud gas dan padat pada suhu dan tekanan normal. Contoh unsur nonlogam yang berwujud gas adalah oksigen, nitrogen, dan helium. Contoh unsur nonlogam yang berwujud padat adalah belerang, karbon, fosfor, dan iodin. Zat padat nonlogam biasanya keras dan getas. Unsur nonlogam yang berwujud cair adalah bromin. Perhatikan contoh unsur nonlogam pada tabel berikut.
Tabel unsur-unsur nonlogam.
Nama Indonesia
Nama Latin
Lambang Unsur
Bentuk Fisik
belerang
bromin
fluorin
fosforus
helium
hidrogen
karbon
klorin
neon
nitrogen
oksigen
silikon
iodin
sulfur
bromium
fluorine
phosphorus
helium
hydrogenium
carbonium
chlorine
neon
nitrogenium
oxygenium
silicium
iodium
S
Br
F
P
He
H
C
Cl
Ne
N
O
Si
I
padat, kuning
cair, cokelat kemerahan
gas, kuning muda
padat, putih dan merah
gas, tidak berwarna
gas, tidak berwarna
padat, hitam
gas, kuning kehijauan
gas, tidak berwarna
gas, tidak berwarna
gas, tidak berwarna
padat, abu-abu mengkilap
padat, hitam (uapnya berwarna ungu)

Selain unsur logam dan nonlogam ada juga unsur semilogam atau yang dikenal dengan nama metaloid. Metaloid adalah unsur yang memiliki sifat logam dan nonlogam. Contoh unsur-unsur jenis ini dapat kamu lihat padatabel berikut.
Tabel unsur-unsur semilogam.
Nama Indonesia
Nama Latin
Lambang Unsur
Bentuk Fisik
boron
silikon
germanium
arsen
antimon
tellurium
polonium
boronium
silicium
germanium
arsenium
stibium
tellurium
polonium
B
Si
Ge
As
Sb
Te
Po
padat, kecokelatan
padat, abu-abu mengkilap
padat, abu-abu mengkilap
padat, abu-abu mengkilap
padat, abu-abu mengkilap
padat, keperakan
padat, keperakan

Unsur semilogam ini biasanya bersifat semikonduktor. Bahan yang bersifat semikonduktor tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu yang rendah, tetapi sifat hantaran listriknya menjadi lebih baik ketika suhunya lebih tinggi.
Unsur memiliki nama dan lambang unsur agar lebih mempermudah cara penulisan dan mengenalnya. Adapun lambang unsur yang pernah dibuat adalah sebagai berikut.

1. Pendapat Para Ahli Kimia pada Abad Pertengahan
Lambang unsur berupa lambang dari macam-macam alat atau benda seperti pada gambar di bawah, ternyata lambang tersebut sulit dimengerti orang. Perhatikan gambar.

2. Pendapat John Dalton (1766—1844)
Lambang unsur yaitu berupa lingkaran seperti pada gambar di bawah ini. Lambang-lambang unsur menurut Dalton ini kurang praktis apabila digunakan untuk menuliskan zat yang majemuk.

3. Pendapat Jons Jacob Berzelius
Lambang unsur yang sekarang digunakan adalah seperti yang diusulkan oleh Jons Jacob Berzelius pada tahun 1813. Cara penulisan unsur tersebut dengan ketentuan diambil huruf pertama dari nama unsur dan ditulis dengan huruf kapital. Apabila ada dua unsur yang huruf depannya sama, maka unsur yang lain tadi selain memakai huruf pertama yang ditulis dengan huruf kapital diikuti salah satu huruf kecil yang terdapat dalam nama unsurnya.
 

Contoh:
Unsur Carbon dilambangkan      C
Unsur Calsium dilambangkan     Ca
Unsur Clorin dilambangkan        Cl
Unsur Cobalt dilambangkan       Co
Unsur Nitrogen dilambangkan    N
Unsur Natrium dilambangkan     Na
Unsur Neon dilambangkan         Ne
Beberapa jenis unsur beserta lambangnya menurut Berzelius disajikan pada tabel berikut
Tabel Lambang Beberapa Unsur Logam, Nonlogam, dan Unsur Buatan Menurut Berzelius
Di alam semesta ini terdapat 114 unsur baik alami maupun buatan. Unsur alami terdiri atas 91 jenis unsur dan 23 unsur sisanya merupakan unsur buatan.
Unsur-unsur tersebut dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifatnya.

B. Senyawa
Senyawa adalah zat-zat yang tersusun atas dua unsur atau lebih yang bergabung secara kimia dengan perbandingan massa tertentu.
Air dan garam dapur merupakan salah satu contoh senyawa. Air dan garam dapur dikatakan senyawa karena tersusun atas dua unsur atau lebih. Air tersusun atas dua jenis unsur, yaitu hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa tertentu dan tetap. Garam dapur juga tersusun atas dua jenis unsur, yaitu natrium dan klorin dengan perbandingan massa tertentu dan tetap. Contoh lainnya, nitrogen dan hidrogen bergabung membentuk amoniak.
Sama halnya dengan unsur kimia, senyawa kimia diberi nama dan lambang agar memudahkan untuk dipelajari.

C. Rumus Kimia
Rumus kimia menunjukkan satu molekul dari suatu unsur atau suatu senyawa. Rumus kimia juga disebut rumus molekul. Rumus kimia digolongkan sebagai berikut.

1. Rumus Kimia Suatu Unsur
Dalam rumus kimia suatu unsur tercantum lambang atom unsur itu, yang diikuti satu angka. Lambang unsur menyatakan nama atom unsurnya dan angka yang ditulis agak ke bawah menyatakan jumlah atom yang terdapat dalam satu molekul unsur tersebut.
Contoh:
a. O2 berarti 1 molekul, gas oksigen.
 
Dalam 1 molekul gas oksigen terdapat 2 atom oksigen
b. P4 berarti 1 molekul fosfor.
Dalam 1 molekul fosfor terdapat 4 atom fosfor.
Berbeda halnya dengan 2 O dan 4 P.
a. 2 O berarti 2 atom oksigen yang terpisah dan tidak terikat secara kimia.
b. 4 P berarti 4 atom fosfor yang terpisah dan tidak terikat secara kimia

2. Rumus Kimia Suatu Senyawa
Pada rumus kimia suatu senyawa tercantum lambang atom unsurunsur yang membentuk senyawa itu, dan tiap lambang unsur diikuti oleh suatu angka yang menunjukkan jumlah atom unsur tersebut di dalam satu molekul senyawa.
 

Contoh:
a. H2O berarti 1 molekul air
Dalam 1 molekul air terdapat 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen.
b. CO2 berarti 1 molekul gas karbon dioksida
Dalam 1 molekul gas karbondioksida terdapat 1 atom karbon dan 2 atom oksigen.
c. C12H22O11 berarti 1 molekul gula
Dalam 1 molekul gula terdapat 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen.
Jumlah senyawa yang ada di dunia ini sangatlah banyak. Oleh karena itu diperlukan sistem penamaan agar memudahkan kita untuk mempelajarinya. Pada pembahasan ini, kita hanya akan mempelajari tata nama senyawa biner yaitu senyawa yang tersusun dari dua jenis unsur.
Senyawa biner dapat merupakan gabungan dari atom nonlogam dengan nonlogam atau atom logam dengan atom nonlogam. Perhatikan kembali tabel periodik di atas untuk mengetahui unsur -unsur yang termasuk logam atau nonlogam.

1. Senyawa Biner dari Sesama Nonlogam
Aturan penulisan senyawa biner dari sesama nonlogam adalah sebagai berikut. 
a. Unsur nonlogam yang terdapat di sebelah kiri pada urutan berikut, dituliskan terlebih dahulu.
B – Si – C – S – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F
Sebagai contoh, rumus kimia karbon dioksida dituliskan CO2 bukan O2C atau rumus kimia air dituliskan sebagai H2O bukan OH2.
b. Nama senyawa biner dari dua jenis unsur nonlogam diambil dari rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dan diberi akhiran -ida pada nama unsur yang kedua.
 

Contoh
CO : karbon monoksida
CaO : kalsium oksida

c. Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa, nama unsur tersebut dibedakan dengan menyebut angka dalam bahasa latin, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut.
Angka
Bahasa latin
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
mono
di
tri
tetra
penta
heksa
hepta
okta
nona
deka

Contoh
CO : karbon monoksida
CO2 : karbon dioksida
NO2 : nitrogen dioksida
N2O3 : dinitrogen trioksida

2.  Senyawa Biner dari Logam dan Nonlogam
Aturan penulisan senyawa biner dari logam dan nonlogam adalah unsur logam ditulis terlebih dahulu.
Contoh:
Garam dapur terdiri atas unsur logam (natrium) dan unsur nonlogam (klorin). Oleh karena itu rumus kimia garam dapur dituliskan NaCl (natrium klorida).

Rumus kimia dibedakan menjadi dua, yaitu rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris adalah perbandingan paling sederhana dari atomatom yang membentuk senyawa. Contoh rumus empiris amoniak adalah NH3. Rumus kimia sesungguhnya dapat sama dengan rumus empiris atau kelipatan dari rumus empirisnya. Rumus sesungguhnya amoniak sama dengan rumus empirisnya, yaitu NH3. Rumus sesungguhnya dari asetilena adalah C2H2, yang merupakan kelipatan dua dari rumus empirisnya, yaitu CH.

Untuk senyawa molekuler, penting untuk diketahui berapa jumlah atom yang terdapat dalam setiap molekulnya. Jadi, rumus molekul dapat didefinisikan sebagai rumus kimia yang menyatakan perbandingan jumlah atom sesungguhnya dari atom-atom yang menyusun suatu molekul.

Dengan demikian, rumus empiris dan rumus molekul memiliki kesamaan dalam hal jenis unsurnya. Perbedaannya terletak pada perbandingan relatif jumlah unsur yang menyusun senyawa itu. Hubungan antara rumus empiris dan rumus molekul dari beberapa senyawa dapat kamu amati melalui tabel berikut.
Table hubungan antara rumus empiris dan rumus molekul beberapa senyawa.
Rumus Senyawa
Rumus Molekul
Rumus Empiris
Air
Butana
Etana
Etena
Etuna
Glukosa
H2O
C4H10
C2H6
C2H4
C2H2
C6H12O6
H2O
(C2H5)n   n = 2
(CH3)n      n = 2
(CH2)n      n = 2
(CH)n        n = 2
(CH2O)n   n = 6

C. Sifat-Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran

1. Sifat Unsur
Sampai saat ini telah dikenal tidak kurang dari 114 macam unsur yang terdiri dari 92 unsur alam dan 22 unsur buatan. Berdasarkan sifatnya, unsur dapat digolongkan menjadi unsur logam, unsur nonlogam, serta unsur metaloid. Contoh unsur logam di antaranya besi, seng, dan tembaga. Contoh unsur nonlogam di antaranya karbon, nitrogen, dan oksigen. Silikon dan germanium tergolong metaloid.
Tabel perbandingan sifat antara unsur logam dan nonlogam.
Unsur Logam
Unsur Nonlogam
1. Berwujud padat, kecuali raksa.
2. Bersifat kuat dan dapat ditempa.
3. Dapat menghantarkan listrik dan panas (bersifat konduktor).
1. Dapat berwujud padat, cair, dan gas.
2. Bersifat rapuh dan tidak dapat ditempa.
3. Tidak dapat menghantarkan listrik dan panas (isolator), kecuali grafit.

2. Sifat Senyawa
Air merupakan contoh senyawa. Unsur-unsur pembentuk air adalah oksigen dan hidrogen. Jadi, air terdiri dari gas oksigen dan gas hidrogen yang bergabung melalui reaksi kimia. Air dengan rumus kimia H2O, memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya, yaitu H2 dan O2 yang berupa gas. Air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya, sehingga disebut senyawa. Adapun hidrogen serta oksigen disebut unsur. Jadi, senyawa adalah zat yang terbentuk dari unsur-unsur dengan perbandingan tertentu dan tetap melalui reaksi kimia. Jadi, sifat senyawa tidak sama dengan sifat unsur pembentuknya. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur-unsur atau menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.
Di dalam tiap senyawa unsur-unsur penyusunnya mempunyai perbandingan massa yang tetap dan tertentu. 


Misalnya,
a. Air (H2O), perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya yaitu Hidrogen : Oksigen adalah 1 : 8
b. Gula (C12 H22 O11), perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya yaitu Karbon : Oksigen : Hidrogen adalah 72 : 88 : 11
c. Etanol (C2 H5OH), perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya yaitu Karbon : Oksigen : Hidrogen adalah 12 : 8 : 3
Beberapa contoh senyawa yang ada dalam kehidupan sehari-hari tercantum dalam tabel berikut.
Tabel Beberapa Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari

N0
Senyawa
Rumus
Kegunaan
1
Natrium Klorida
NaCl
Garam dapur
2
Sukrosa
C12H22O11
Pemanis Gula
3
Asam Kloroda
HCl
Pembersih lantai
4
Asam asetat
CH3COOH
Cuka makan
5
Asam sulfat
H2SO4
Pengisi aki (accu)
6
Air
H2O
Pelarut, pembersih
7
Urea
CO(NH2)2
Pupuk
8
Asam askorbat
C6H8O6
Vitamin C
9
Aspirin
C9H8O4
Obat sakit kepala
10
Soda kue
NaHCO3
Membuat kue

3. Sifat Campuran
Suatu campuran dapat merupakan gabungan unsur dengan unsur, unsur dengan senyawa, atau senyawa dengan senyawa. Misalnya, stainless steel (baja tahan karat) terbuat dari campuran besi, krom, dan nikel. Komposisi unsur-unsur penyusun suatu campuran tidak tertentu, sehingga rumus kimia suatu campuran tidak dapat ditentukan. Pemisahan campuran dapat dilakukan secara fisika.
Tanah diklasifikasikan dalam campuran, yaitu campuran berbagai macam unsur dan senyawa. Sifat asli zat-zat pembentuk campuran masih tampak, sehingga komponen penyusun campuran tersebut dapat dikenali dan dapat dipisahkan lagi. Perbandingan zat-zat penyusunnya tidak tentu seperti pada senyawa.
Ada dua macam campuran, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

a. Campuran Homogen
Amati dengan saksama segelas air sirup. Bila air sirup tersebut jernih dan bercampur merata, dapat digolongkan sebagai campuran homogen. Campuran homogen ini biasa disebut larutan. Pada larutan, tiap-tiap bagian mempunyai susunan yang sama. Jadi di dalam larutan sirup tersebut terdapat dua penyusun larutan, yakni air dan gula. Air disebut pelarut, sedangkan gula disebut zat terlarut. Contoh campuran homogen lainnya adalah minuman ringan (soft drink) dan larutan pembersih lantai.

b. Campuran Heterogen
Amati segelas air yang dicampur dengan pasir. Apabila zat-zat penyusunnya bercampur secara tidak merata dan campuran ini tiap-tiap bagian tidak sama susunannya maka disebut campuran heterogen (perhatikan Gambar 3.8). Contoh campuran heterogen yang lain adalah air kopi (bentuk cair) dan campuran tepung dengan
air (bentuk padat). Susunan zat dalam suatu campuran sering dinyatakan dengan kadar dari zat-zat pembentuk campuran itu. Kadar suatu zat dalam campuran dapat dinyatakan sebagai jumlah zat dalam campuran dibandingkan jumlah seluruh campuran. Jumlah zat dapat dinyatakan dalam dalam massa (g, kg) atau volume (ml, l).
Adapun perbandingan tersebut dinyatakan dalam persen (%).Kadar Zat = (Jumlah Zat/Jumlah Campuran) x 100%
Tabel Perbedaan Antara Senyawa dan Campuran
Keadaan
Unsur
Senyawa
Campuran
Penyusunnya
Tersusun dari satu jenis atom saja.
a. disusun oleh unsur-unsur
b. hanya dapat dipisahkan secara kimia
a. disusun oleh zat
b. mudah dipisahkan secara fisik
Sifatnya

sifat senyawa berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya
sifat zat penyusunnya masih tampak
Proses Pembentukan
 Tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa.
Dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya dengan reaksi kimia
biasa.
Dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya secara fisika.
Perbandingan

perbandingan unsur-unsur penyusunnya tetap dan tertentu
perbandingan massa zat penyusunnya tidak tentu