Pages

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

IMAN KEPADA MALAIKAT


Iman kepada Malaikat merupakan rukun iman yang kedua, sehingga pembahasan dalam bab ini merupakan kelanjutan dari rukun iman kepada Allah sebagai rukun iman yang pertama. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya. Indikator dari orang beriman adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat Malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud kongkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-harinya.

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, tentu akan beriman pula kepada para Malaikat. Hal ini merupakan konsekuensi logis karena Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya yang harus diyakini eksistensinya dalam alam semesta ini. 

Malaikat adalah ciptaan Allah yang berasal dari cahaya (nur) dan senantiasa mengabdi kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya. Malaikat ini merupakan makhluk Allah yang selalu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka dengan penuh ketaatan, bahkan malaikat juga bersujud kepada manusia, berbeda dengan iblis yang menentang perintah bersujud kepada manusia tersebut. Hal ini disebabkan karena iblis diciptakan Allah dari api (naar).


2. NAMA DAN TAUGAS MALAIKAT

Malaikat merupakan ciptaan Allah yang berwujud sebagai makhluk halus dan ghaib, sehingga Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10, yaitu :

No
Nama Malaikat
Tugas
1
Jibril
Menyampaikan wahyu
2
Mikail
Membagi rejeki
3
Izrail
Pencabut nyawa
4
Israfil
Peniup sangkakala
5
Raqib
Pencatat amal baik
6
Atid
Pencatat amal jelek
7
Munkar
Penanya orang mati
8
Nakir
Penanya orang mati
9
Malik
Penjaga neraka
10
Ridwan
Penjaga surga


     3.    KEDUDUKAN MANUSIA DAN MALAIKAT

Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan. Di antara persamaan dari kedua makhluk tersebut adalah :
a.    Sama-sama makhluk Allah
b.    Sama-sama berkewajiban menyembah kepada Allah
c.    Sama-sama memiliki akal

Sedangkan perbedaan antara manusia dengan malaikat adalah:

No
Manusia
Malaikat
1
Diciptakan dari tanah
Diciptakan dari cahaya
2
Berjenis kelamin
Tidak berjenis kelamin
3
Memiliki nafsu
Tidak memiliki nafsu
4
Bisa dilihat (makhluq kasar)
Tidak bisa dilihat (makhluq halus)
5
Akalnya bersifat dinamis
Akalnya bersifat statis
6
Tidak terjaga dari dosa
Terjaga dari dosa


   4.  HIKMAH IMAN KEPADA MALAIKAT

Kewajiban beriman kepada Malaikat ini memiliki beberapa hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di antara hikmahi tersebut adalah :
a.    Meningkatkan keimanan manusia kepada Allah, mengingat Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya
b.    Membentuk jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan
c.    Mendorong manusia untuk senantiasa bertindak hati-hati, karena dia menyadari bahwa setiap perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat
d.    Mendorong manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat
e.    Menghindarkan diri manusia dari perbuatan tercela yang akan menurunkan martabat dan derajat dari manusia itu sendiri


     5.  TANDA-TANDA PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT

Sebagai muslim yang memiliki iman kepada Malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa perilaku yang mengindikasikan dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku dari orang yang beriman kepada Malaikat antara lain :
a.    Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian
b.    Memiliki kepedulian social dalam hidup dengan masyarakat sekitar
c.    Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya
d.    Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu
e.    Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang terjadi sekitarnya

Sifat-Sifat Dasar Malaikat Allah SWT :
      1. Pasti selalu patuh pada segala perintah Allah dan selalu tidak melaksanakan apa yang dilarang Allah SWT.
2. Tidak sombong, tidak memiliki nafsu dan selalu bertasbih.
3. Dapat berubah wujud dan menjelma menjadi yang dia kehendaki.
4. Memohon ampunan bagi orang-orang yang beriman.
5. Ikut bahagia ketika seseorang mendapatkan Lailatul Qadar.

D. Iman Kepada Malaikat Allah

Iman kepada Malaikat adalah yakin dan membenarkan bahwa Malaikat itu ada, diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya / nur.
Fungsi iman kepada Malaikat Allah :
1. Selalu melakukan perbuatan baik dan merasa najis serta anti melakukan perbuatan buruk karena dirinya selalu diawasi oleh malaikat.
2. Berupaya masuk ke dalam surga yang dijaga oleh malaikat Ridwan dengan bertakwa dan beriman kepada Allah SWT serta berlomba-lomba mendapatkan Lailatul Qodar.
3. Meningkatkan keikhlasan, keimanan dan kedisiplinan kita untuk mengikuti / meniru sifat dan perbuatan malaikat.
4. Selalu berfikir dan berhati-hati dalam melaksanakan setiap perbuatan karena tiap perbuatan baik yang baik maupun yang buruk akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

E. Perbedaan Malaikat dengan Jin, Setan / Syetan dan Iblis

     Malaikat terbuat dari cahaya atau nur sedangkan jin berasal dari api atau nar. Malaikat selalu tunduk dan taat kepada Allah sedangkan jin ada yang muslim dan ada yang kafir. Yang kafir adalah syetan dan iblis yang akan terus menggona manusia hingga hari kiamat agar bisa menemani mereka di neraka.
       Malaikat tidak memiliki hawa nafsu sebagaimana yang dipunyai jin. Jin yang jahat akan selalu senantiasa menentang dan menjalankan apa yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT. Malaikat adalah makhluk yang baik dan tidak akan mencelakakan manusia selama berbuat kebajikan, sedangkan syetan dan iblik akan selalu mencelakakan manusia hingga hari akhir.


Senin, 27 Januari 2014

PERILAKU TERPUJI

 A.     Tawaduk
1.     Pengertian Tawaduk
Secara harfiah, tawaduk berarti merendahkan diri, yaitu suatu sikap rendah hati dan tidak berlaku sombong terhadap orang lain terutama terhadap kedua orang tua.
2.     Ciri – ciri orang yang tawaduk
a.         Bersikap sederhana
b.        Merendahkan hati
c.         Bicara dengan sopan / lemah lembut
d.        Tidak sombong
3.     Cara menumbuhkan sikap tawaduk
a.         Menyadari asal kejadian manusia
b.        Selau bersyukur atas segala nikmat Allah
c.         Menyadari bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lainnya
Bagi manusia yang senantiasa bersikap tawaduk akan mendapat balasa dari Allah swt., yaitu berupa surga dan akan kekal didalamnya.

   B.     Taat
1.     Pengertian taat
Secara bahasa, taat berasal dari lafal Ta’a atau Ata’a yang artinya patuh. Sedangkan secara istilah, taat merupakan suatu perilaku atau perbuatan yang patuh dan taat terhadap segala peraturan yang ada. Ketaatan yang utama bagi orang mukmin adalah ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
2.     Cara menaati Allah dan Rasul-Nya :
a.       Meyakini bahwa perintah Allah dan rsaul-Nya adalah wajib untuk ditaati
b.      Melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalakan segala larangan-Nya
c.       Mematuhi hukum – hukum yang telah ditetapkan
d.      Mencontoh perilaku Rasulullah saw (Sunnah Rasul)


   C.      Qanaah
1.     Pengertian qanaah
Secara bahasa qanaah artinya merasa cukup atau rela. Sedangkan menurut istilah, qanaah adalah perasaan seseorang bahwa ia telah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Dengan kata lain, qanaah berarti mnerima apa yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadanya atau berpikir positif terhadap pemberia Allah kepadanya. Dan juga kita harus tetap berikhtiar dan bertawakal kepada Allah, karena Allah memberikan anugerah itu berdasarkan ukurannya.
2.     Ciri – ciri sikap qanaah
a.       Menerima dengan rela apa yang ada pada dirinya
b.      Berusaha dan memohon kepad Allah tamabahan rezeki.
c.       Menerima dengan sabar segala ketentuan Allah
d.      Tidak tertarik oleh kemewahan dunia yang dapat menyesatkan
e.       Bertawakkal kepada Allah
3.     Fungsi sikap qanaah
a.       Mendorong seorang muslim berjiwa besar
b.      Mendorong seorang muslim menjauhkan diri dari sifat serakah
   D.     Sabar
1.     Pengertian sabar
Sabar bisa diartikan tahan uji, tahn menderita, tabah, tekun dan tidak mudah putus asa serta maksimal dalam berusaha. Sabar tidak sama dengan pasrah. Perbedaannya terletak pada usahanya. Pasrah adalah sikap menyerah terhadap keadaan tanpa melakukan usaha.
2.     Macam – macam sabar
a.       Sabar dalam berbuat
b.      Sabar dalam menghadapi cobaan
c.       Sabar dalam menahan amarah
3.     Ciri – ciri orang sabar
a.       Tahan menunggu waktu, apabila belum saatnya
b.      Tahan menerima cobaan, baik itu musibah maupun kekayaan
c.       Berusaha untuk selalu menghilangkan hal-hal yang tidak menyenangkan, selalu kita berserah diri (tawakkal) kepada Allah.
d.      Tidak mudah putus asa dan tidak suka mengeluh.
4.     Manfaat sikap sabar
a.       Dapat menjadikan orang bersifat teliti, tahan, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu, serta tidak cepat putus asa meski banyak halangan dan rintangan
b.      Menjadikan seseorang mempunyai keyakinan yang kuat.  Karena itulah orang yang sabar pasti percaya bahwa apa yang diinginkan akan tercapai

SIFAT WAJIB DAN MUSTAHIL ALLAH


   Sifat Wajib
Tulisan Arab
Maksud
Sifat
Sifat Mustahil
Tulisan Arab
Maksud
Wujud
ﻭﺟﻮﺩ
Ada
Nafsiah
Adam
ﻋﺪﻡ
Tiada
Qidam
ﻗﺪﻡ
Terdahulu
Salbiah
Huduts
ﺣﺪﻭﺙ
Baru
Baqa
ﺑﻘﺎﺀ
Kekal
Salbiah
Fana
ﻓﻨﺎﺀ
Berubah-ubah (akan binasa)
Mukhalafatuhu lilhawadis
ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Berbeda dengan makhluk-Nya
Salbiah
Mumathalatuhu lilhawadith
ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
Menyerupai makhluk nya
Qiyamuhu binafsih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ
Berdiri sendiri
Salbiah
Qiamuhu bighairih
ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ
Berdiri-Nya dengan yang lain
Wahdaniyat
ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ
Esa (satu)
Salbiah
Ta'addud
ﺗﻌﺪﺩ
Lebih dari satu
Qudrat
ﻗﺪﺭﺓ
Kuasa
Ma'ani
Ajzun
ﻋﺟﺰ
Lemah
Iradat
ﺇﺭﺍﺩﺓ
Berkehendak
Ma'ani
Karahah
ﻛﺮﺍﻫﻪ
Terpaksa
Ilmu
ﻋﻠﻢ
Mengetahui
Ma'ani
Jahlun
ﺟﻬﻞ
Bodoh
Hayat
ﺣﻴﺎﺓ
Hidup
Ma'ani
Al-Maut

Mati