Pages

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Menulis Pesan Singkat Atau Memo

Pesan singkat dalam tulisan ini maksudnya bukan SMS, melainkan memo. Memo merupakan komunikasi tertulis berupa pesan singkat yang ditulis pada kertas.
Contoh memo (pesan singkat) dan bagian-bagiannya
contoh memo dan bagian-bagiannya
Berdasarkan contoh tersebut, berikut ini adalah cara membuat memo.
1. Menulis pokok-pokok pesan
Memo adalah bentuk komunikasi tertulis yang berisi pesan singkat. Memo adalah kependekan dari memorandum. Memo dapat dikategorikan sebagai surat dinas yang digunakan seacara intern oleh lembaga atau instansi dan sifatnya informal. Isi memo berupa informasi, perintah, pertanyaan, harapan, permintaan, atau peringatan. Pesan yang diampaikan dalam memo merupakan pesan yang cukup singkat dan tidak perlu diawali dengan pembuka atau diakhiri dengan kalimat penutup. Jadi, langsung pada inti pesan yang akan disampaikan.
Berdasarkan sistematika tersebut, pokok-pokok pesan perlu dituliskan. Pokok-pokok pesan yang perlu ditulis yaitu pihak yang hendak dituju, isi pesan, dan tanggal pembuatan memo. Unsur-unsur yang berhubungan dengan pribadi pembuat memo, seperti nama penulis, jabatan, atau tanda tangan tak perlu disebutkan.
2. Menulis pesan singkat sesuai konteks
Langkah selanjutnya, berupa pengembangan pokok-pokok pesan yang telah ditulis menjadi memo yang sesuai dengan sistematika dan konteks peristiwa.
Berikut ini contoh konteks peristiwa
Langkah selanjutnya, pokok-pokok pesan tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah memo seperti berikut ini.
Selain untuk kepentingan dinas, memo juga bisa digunakan untuk kepentingan pribadi. Misal, untuk menyampaikan pesan kepada keluarga, saudara, atau teman. Hal yang diingat yaitu memo hanya digunakan untuk keperluan yang sangat mendesak. Misal, ada informasi penting yang perlu diketahui dengan segera oleh pihak yang hendak dituju, namun pihak yang bersangkutan tidak berada di tempat. Jadi, apabila bisa brtemu langsung dengan orang yang dimaksud, tidak diperlukan memo.

Senin, 28 April 2014

Wawancara



1.    Mendengarkan Dan Menyimpulkan Isi Wawancara

Wawancara adalah proses dialog antara orang yang mencari informasi dengan orang yang memberikan informasi. Pemberi informasi biasanya adalah orang yang ahli dalam bidang
tertentu atau yang dianggap mengenal dan mengetahui suatu masalah secara baik.
Agar kita dapat menyimpulkan pikiran atau pendapat narasumber dalam wawancara yang kita dengar, tentu saja hal utama yang harus kita lakukan adalah mendengarkan pendapat
narasumber dengan cermat.
Sebelum menyimpulkan apa yang disampaikan narasumber dalam wawancara, maka kita perlu mengetahui pokok-pokok penting dalam wawancara tersebut. Pokok-pokok tersebut
nantinya dapat kita jadikan acuan untuk menarik sebuah kesimpulan.
Untuk dapat menuliskan hal-halpenting dari wawancara yang kamu dengar ada dua hal yag
perlu diperhatikan.
1.      Pertanyaan apa yang diajukan oleh penanya.
2.      Jawaban narasumber mengenai pertanyaan tersebut.

Contoh :

Wartawan        : “Bagaimana upaya pemerintah mengatasi harga pangan yang terus melambung         ?”
Menteri            : “Akan diupayakan sidak ke pusat-pusat pasar tradisional agar pedagang tidak membuat harga sendiri”
Wartawan        : “Namun sepertinya hal tersebut gagal, karena harga semakin naik tiap harinya, kenapa ?”
Menteri            : “Harga yang tidak stabil karena banyak petani di daerah yang gagal panen”
Wartawan        : “Lalu bagaimana inisemua harus ditangani ?”
Manteri            : “Saya rasa harga akan stabil lagi setelah lebaran, karena saat ini permintaan banyak sehingga harga naik. Pemerintah juga akan mengadakan razia bagi pedagan yang ‘nakal’ menaikkan harga”

2.    Mendengarkan Dan Merangkum Hal-hal penting dalam wawancara

Wawancara adalah suatu kegiatan tanya jawab dengan seseorang untuk meminta keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal. Wawancara diperlukan untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan penyusunan suatu tulisan atau laporan.
Hal-hal penting yang disampaikan narasumber dalam wawancara merupakan pokok-pokok informasi yang terdapat dalam proses wawancara tersebut. Tidak semua yang disampaikan narasumber merupakan hal-hal yang bersifat penting. Hal yang dikarenakan terkadang dalam proses wawancara seorang pewawancara menyelipkan pertanyaan-pertanyaan ringan yang tidak bersifat substansi sebagai selingan dalam wawancara. Dalam hal ini, pokok-pokok informasi yang disampaikan narasumber biasanya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan perihal yang dibidangi narasumber serta tema yang dibicarakan.
Untuk memperoleh hal-hal penting dalam wawancara, kita bisa mencari dengan menentukan kalimat utama dari setiap jawaban yang diberikan oleh narasumber. Selain itu, kita juga bisa menggunakan rumus 5W + 1H yaitu what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).
Contoh :
Pewawancara : “Menurut pengamatan Bapak, bagaimanakah tingkat kesadaran pengguna jalan raya dalam menaati peraturan-peraturan yang ada ?”
Narasumber     : “Tampaknya tingkat kedislipinan para pengguna jalan di sini belum bisa dikatakan patuh. Banyak di antara mereka sering seenaknya sendiri tanpa menghiraukan traffic light, ada yang suka berhenti mendadak tanpa menghiraukan kana kirinya, ada yang bersifat egois akan kebutuhan sendiri sehingga ingin sampai tujuan tanpa hambatan.”
Pewawancara : “Wah, tentunya hal demikian itu dapat memunculkan bahaya yang besar. Bukankah begitu Pak ?”
Narasumber     : “Ya, tentu saja. Padahal bila mereka menyadari bahaya itu bukan saja bagi orang lain tetapi bisa juga bagi dirinya sendiri.”

Membaca Intensif Buku Biografi

Tokoh merupakan seseorang yang terkemuka dan disegani oleh orang yang mengidolakannya. Seorang tokoh dapat berasal dari berbagai macam profesi, misalnya tokoh pemerintahan, tokoh kebudayaan, tokoh politik, tokoh keartisan, dan tokoh keagamaan. Kamu dapat mengetahui dan mengenal lebih dekat tokoh tersebut melalui sebuah buku biografi tokoh.
Biografi adalah karangan sejarah hidup seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. Apabila biografi itu ditulis oleh tokoh tersebut disebut dengan autobiografi. Membaca biografi dapat memberikan manfaat, mulai dari mengetahui hal yang menarik dan mengesankan dari perjalanan hidup tokoh, hingga pembelajaran dari pengalaman hidup sang tokoh.
Teknik Membaca Intensif
Dalam membaca biografi seseorang, diperlukan teknik membaca secara intensif. Membaca intensif merupakan kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama, teliti, dan mendalam tentang segala sesuatu yang tertulis pada teks dengan tujuan untuk memahami isi bacaan secara utuh. Teknik membaca intensif untuk membaca buku biografi, diperlukan untuk menemukan hal-hal yang baik dan yang tidak baik dari seorang tokoh. Hal-hal baik dari tokoh tersebut dapat dicontoh dan diteladani sebagai sumber motivasi diri untuk berbuat yang lebih baik. Hal yang tidak baik menjadi pelajaran untuk tidak dilakukan oleh pembaca biografi tersebut.
Pada saat membaca buku biografi seorang tokoh, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
a. Judul biografi.
b. Hal menarik dan mengesankan dari perjalanan hidup tokoh.
c. Hal yang mengagumkan dan mengharukan dari kehidupan tokoh.
d. Hal yang dapat dicontoh dari tokoh untuk kehidupan sendiri.

Pengertian & Tata Cara Wawancara

A. Pengertian Wawancara

      wawancara adalah tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu hal.
*Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan.
*Narasumber adalah orang yang memberikan jawaban atau pendapat atas pertanyaan pewawancara. Narasumber juga biasa disebut dengan informan.
*Orang yang bisa dijadikan sebagai narasumber adalah orang yang ahli di bidang yang berkaitan dengan imformasi yang kita cari.

B. Jenis-jenis wawancara

1). Wawancara serta merta
Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakkan dalam situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tampa pertanyaan panduan.
2). Wawancara dengan petunjuk umum
Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu.
3). wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan. dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan.

C. Tahap Tahap Wawancara

1). Tahap Persiapan
a. Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
b. Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.
c. Menentukan dan menghubungi nara sumber.
d. Menyusun daftar pertanyaan.
2). Tahap Pelaksanaan
a. Mengucap salam
b. Memperkenalkan diri.
c. Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
d. Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
e. Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
f. Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.
3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri dari bagian bagian sebagai berikut.
a. Tema atau topik wawancara.
b. Tujuan atau maksud dari wawancara.
c. Identitas narasumber.
d. Ringkasan isi wawancara.Isi wawancara dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.

C. Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung

a. Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.
b. Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.
c. Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
d. Memotong pembicaraan narasumber.
e. Bersikap lebih pandai dari narasumber.

D. Contoh Laporan Hasil Wawancara

Contoh Wawancara

Pewawancara:
"Selamat siang Pak! Apakah kita bisa memulai wawancaranya sekarang?"
Narasumber (kepsek):
"Oh, ya. Silahkan!"
Pewawancara:
"Jadi, untuk Bapak maklumi, tujuan wawancara ini adalah untuk mengetahui kesiapan dari para siswa maupun guru dalam pelaksanaan ujian kali ini"
Narasumber:
"Silahkan teruskan"
Pewawancara:
"Sejauh ini, apa saja yang sudah dipersiapkan untuk menyambut ujian yang sebentar lagi akan dilaksanakan?"
Narasumber:
"Persiapan yang kami lakukan adalah memberikan les-les tambahan atau pengayaan dan mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakulikuler untuk sementara."
Pewawancara:
"Menurut pantauan Bapak, bagaimana tentang kesiapan dari siswa?"
Narasumber:
"Saya rasa para siswa sudah cukup siap."
Pewawancara:
"Baiklah Pak! Saya rasa imformasi yang saya butuhkan sudah cukup. Terimakasih atas waktu dan kesediaan Bapak. Selamat siang."
Narasumber:
"Sama-sama. Selamat siang."

Contoh Laporan Wawancara.
Tema: Persiapan ukian.
Tujuan: Mengetahui kesiapan para guru dan siswa dalam pelaksanaan ujian.
Narasumber: Kepala sekolah.
Waktu: 25 Mei 2012.
Tempat: Ruang kepala sekolah.
Siang itu Kepala Sekolah sudah menunggu saat saya tiba di ruangannya. Saya pun langsung memulai wawancara.
Dalam wawancara itu, saya menanyakan tentang kesiapan para guru dan siswa dalam menyambut ujian. Menurut Kepala Sekolah, para siswa cukup siap dalam menyambut ujian. Kepala Sekolah juga menyatakan bahwa beliau mengurangi bahkan menghentikan beberapa kegiatan ekstrakurikuler agar para siswa dapt mengikuti les dan pengayaan dengan maksimal.

Membaca Memindai Tabel / Diagram

Membaca memindai (scanning) atau membaca sepintas kilas cocok digunakan untuk mencari data dengan cepat pada grafik, tabel, buku telepon, daftar isi buku, kamus, dan sejenisnya. Tehnik memindai dilakukan dengan cara menyapu halaman secara merata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan maka mata berhenti.
 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, grafik adalah lukisan atau gambaran pasang susutnya suatu keadaan dengan garis atau gambar yang menerangkan naik turunya suatu hasil, statistik, dan sebagainya. Adapun Tabel adalah daftar ringkasan fakta atau imformasi berupa nama atau bilangan yang disusun urut kebawah dengan garis pembatas sehingga mudah dipahami.

Grafik dan Table sering digunakan untuk menyajikan data berupa angka sebab lebih ringkas dan lebih mudah dipahami. Jika kamu ingin memahami isi table atau grafik, perhatikanlah hal-hal berikut ini.
 
1.  Judul  :  Melalui judul dapat diperkirakan isi atau data yang akan diungkapkan. 
2.  Satuan  :  Jenis satuan yang digunakan, biasanya jiwa, buah, dalam ribuaan/jutaan, ekor, dan sebagainya
3.  Isian Kolom  :  kolom-kolom yang berisi rincian data. Analisis terhadap isian kolom sangat penting untuk pembuatan kesimpulan. 
4.  Sumber  :  Sumber tabel, grafik, atau diagram sangat menentukan tingkat validitas data

Cerpen



1.      Pengertian
Cerpen adalah cerita pendek, maksud pendek disini adalah panjang cerita itu kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman. Selain itu cerpen hanya memberikan kesan tunggal yang  dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dan satu situasi.

2.      Unsur-unsur cerpen
Seperti halnya novel, cerpen memiliki unsur pembentuk dan dalam karya itu sendiri (intrinsik) dan unsure dari luar karya itu sendiri (ekstrinsik). Nasib pelaku utama dalam cerpen tidak mengalami perubahan. Unsure intrinsik cerpen dan novel meliputi : tema, penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Unsur ekstrinsik cerpen dan novel meliputi kondisi sosial politik pengarang, agama/kepercayaan pengarang, kebiasaan dan gaya hidup pengarang, dan aliran seni pengarang. Dalam bab ini hanya dijelaskan unsure intrinsiknya.

a.       Tema
Tema adalah ide pokok cerita yang menjiwai seluruh isi cerita.

b.      Alur
Alur adalah jalannya cerita sejak awal sampai akhir. Alur dibedakan menjadi tiga macam:
1.      Alur maju
Adalah jalannya cerita yang terjadi sesuai urutan waktu kejadian atau sejak awal sampai akhir cerita.
2.      Alur mundur
Adalah jalannya cerita yang terjadi dari akhir cerita lalu ke awal cerita.
3.      Alur campuran

Adalah jalannya cerita yang terjadi secra tidak berurutan, bias dari awal dari akhir, atau dari bagian tengah cerita.

Rangkaian/tahapan peristiwa dalam cerpen dan novel adalah
1)      Tahap perkenalan (eksposisi)
2)      Tahap pemunculan konflik
3)      Tahap peningkatan konflik (komplikasi)
4)      Tahap puncak konflik (klimaks)
5)      Tahap peleraian, dan
6)      Tahap penyelesaian (resolusi)

c.       Penokohan
Penokohan adalah penempatan tokoh dan watak tokoh dalam sebuah cerita. Berdasarkan sifat tokoh, tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonist (tokoh yang mewakili ide pendengar/pembaca atau tokoh yang baik), tokoh antagonis (tokoh penentang protagonist atau tokoh jahat), dan tokoh tritagonis (tokoh penengah/netral).
Berdasarkan perannya dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh figuran (pelengkap saja).

d.      Latar
Latar ada tiga macam, yaitu tempat, waktu, dan suasanayang terjadi dalam cerita. Misalnya waktu malam hari, tempatnya didalam kamar, suasananya gembira dan sebagainya.

e.       Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah pilihan kata dan ungkapan yang digunakan pengarang dalam bercerita. Termasuk dalam gaya bahasa adalah majas.

f.       Sudut pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam cerita. Sudut pandang sama juga dengan kata ganti orang. Secara umum sudut pandang/kata ganti orang dibagi menjadi tiga, yaitu:

1)      Kata ganti orang pertama (orang yang berbicara)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata aku, saya, hamba, beta.
b)      Jamak : ditandai oleh kata kami, kita.
2)      Kata ganti orang kedua (orang yang dibicarakan)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata kamu, engkau, saudara, anda, bapak
b)      Jamak : ditandai oleh kata kalian
3)      Kata ganti orang ketiga (orang yang dibicarakan)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata ia, dia, beliau, Ahmad, Siti (nama orang)
b)      Jamak : ditandai oleh kata mereka

g.      Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita.